Friday, July 30, 2021

Memilih Mainan Anak yang Aman

Membeli mainan anak tentu bukan hal baru bagi pasangan yang sudah memiliki anak. Selama ada uang di kantong, orang tua biasanya siap membelikan mainan yang diinginkan anaknya. Namun, sudahkah Anda memilih mainan yang aman untuk putra dan putri tercinta?

Pada tahun 2012, YLKI atau Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mengumumkan penemuan zat berbahaya yang terkandung dalam mainan edukatif anak yang banyak dijual bebas di Indonesia. Mainan ini mengandung zat yang sangat berbahaya bagi anak-anak seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), kadmium (Cd) dan krom (Cr).

Temuan YLKI terungkap berdasarkan beberapa mainan anak yang diuji, seperti mainan edukatif berupa sempoa, puzzle, balok ukur berwarna, balok rumah, rumah hitung kayu, dinosaurus kayu, dan kotak pos semuanya menggunakan cat berwarna. Karena pewarna ini sering menjadi sumber bahan kimia berbahaya, orang tua perlu berhati-hati dalam memilih mainan dengan pewarna tersebut.

Memilih Mainan Anak yang Aman

Cara Memilih Mainan Anak yang Aman

Ada beragam jenis mainan anak yang beredar di pasaran saat ini. Ada banyak ratusan mainan baru yang setiap tahun diproduksi. Dan setiap tahunnya ini juga, ada saja sejumlah anak yang dirawat di rumah sakit akibat mainan mereka. Orangtua harus jeli dalam membaca label pada kemasan mainan anak, baik itu rincian bahan yang digunakan, maupun kategori usia yang tercatat pada setiap mainan anak.

Selain zat berbahaya yang diumumkan oleh YLKI dapat membahayakan anak dalam tumbuh kembang mereka dalam jangka waktu lama secara bertahap, ada juga bahaya yang mengintai dari penggunaan mainan yang tidak sesuai dengan kategori umur, seperti bahaya tersedak.


Seberapa Aman Mainan Anak Anda? Apa Saja yang Perlu Dipertimbangkan?

Di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat, ada sebuah Lembaga yang bertugas mengawasi dan mengatur peredaran mainan yang aman untuk anak. Seperti standar mainan yang berdasarkan bahan dan asal mainan. Jadi, untuk beredar di Amerika, setiap mainan harus memenuhi semua standar yang telat ditetapkan.

Di Indonesia, orangtua perlu lebih teliti lagi dalam memilih maiana untuk anak. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih mainan anak dapat Ayah Bunda simak dalam point- point berikut ini :

·         Mainan mudah dicuci/ dibersihkan

·         Mainan yang menggunakan cat harus bebas dari logam timah

·         Mainan yang digunakan untuk karya seni harus berlabel tidak beracun

Mempertimbangkan dan memperhatikan keselamatan dan keamanan anak saat bermain bersama mainan favorit mereka harus menjadi prioritas orangtua

Orangtua disarankan mempunyai pertimbangan yang lengkap sebelum memilih mainan untuk anak- anak, baik dari segi kualitas mainan, usia, dan kesukaan anak. Orangtua pasti menjadi orang yang paling mengenal dan memahami naak lebih dari orang lain.

Maka dari itu, urusan memilih mainan sebaiknya tidak diserahkan kepada anak, namun orangtua bisa memberi beberapa pilihan mainan yang aman untuk dipilih anak.


Memilih Mainaan sesuai Usia Tumbuh Kembang Anak

Untuk anak- anak, mainan sebaiknya berukuran minimal diameter 3cm dan panjan 6cm. Tujuannya adalah agar mainan tersebut tidak tertelan anak dan tidak tersangkut di tenggorokan mereka. Bila mainan sampai tertelan di tenggorokan dan menyumbang saluran pernafasan anak dapat menyebabkan anak sulit bernafas.

Di beberapa negara maju, mereka menyediakan sebuah perangkat tes atau tabung pencekik yang didesain dengan memperhatikan diameter pangkal tenggorokan anak. Tabung pencekik ini nantinya digunakan untuk menentukan besar atau kecil mainan yang aman untuk anak.